Matt Doherty ikut buka suara soal pemecatan Jose Mourinho tahun lalu. Dia mengakui bahwa pemain Tottenham pun ikut bertanggung jawab penuh atas pemecatan tersebut.

19 April 2021, Mourinho dilepas Spurs hanya setelah 18 bulan bekerja sebagai pelatih. Dia bahkan dipecat tepat sebelum final Carabao Cup.

Sayangnya pemecatan Mourinho tak lantas berdampak positif. Tottenham tetap gagal menjuarai Carabao Cup dan kini mereka masih memburu pelatih baru.

Doherty yakin Mourinho seharusnya mendapatkan kesempatan lebih. Apa katanya?

Salah pemain juga

Bagi Doherty, para pemain Spurs bertanggung jawab penuh terhadap pemecatan Mourinho. Doherty merasa bahwa dia dan rekan-rekannya kurang maksimal menerapkan taktik, akibatnya tidak bisa meraih hasil terbaik.

"Dia [Mourinho] hanya bertahan selama 18 bulan. Andai dia bertahan selama tiga atau empat tahun, bisa jadi situasinya berbeda, tapi sayangnya kami tidak bisa memberikan hasil positif untuk dia," ujar Doherty dikutip dari Goal internasional.

"Pelatih selalu jadi korban yang kehilangan pekerjaan, tapi sebagai pemain, kamilah yang berada di lapangan dan kami tidak bisa memberikan hasil apik untuk dia."

"Ini sangat disayangkan sebab dia adalah salah satu pelatih terbaik sepanjang masa," imbuhnya.

Hubungan dengan Mourinho

Doherty sendiri mengaku tidak ada masalah dengan Mourinho. Dia menjaga hubungan baik dengan pelatih asal Portugal tersebut dan termasuk salah satu yang menyesali pemecatan Mou.

"Saya jelas mendapatkan kesempatan yang adil. Saya masih bermain 25, 26, sampai 27 pertandingan. Itu jumlah yang cukup banyak untuk satu musim, jadi saya mendapatkan kesempatan nyang adil," lanjut Doherty.

"Saya memiliki hubungan baik dengan dia. Saya bertetangga dengan dia sepanjang tahun, jadi hubungan kami baik."

"Dia adalah pria hebat, tapi sayangnya hal seperti ini [pemecatan] biasa terjadi dalam sepak bola," tutupnya.